Bogor // SuaraMetroNews // Kantor Pertanahan (Kantah) ATR/BPN Bogor 1 terus memperkuat komitmen pelayanan prima melalui konsistensi Layanan Akhir Pekan atau Pelayanan Sabtu. Langkah strategis ini diambil untuk menjawab kebutuhan administrasi pertanahan masyarakat yang terkendala waktu pada hari kerja.
Kepala Kantor ATR/BPN Bogor 1, Sontang Coin Manurung, http://S.ST., M.H., QRMP, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata transformasi institusi yang lebih adaptif, responsif, dan humanis.
“Bagi kami, kualitas pelayanan publik tidak boleh terbelenggu batasan waktu konvensional. Kehadiran petugas pada hari libur adalah representasi kehadiran negara dalam menjamin kepastian hukum atas hak tanah masyarakat,” ungkap Sontang, Rabu (22/4/2026).
Ia menambahkan, melayani di hari Sabtu merupakan bentuk dedikasi kolektif jajaran ATR/BPN Bogor 1 agar setiap urusan masyarakat terselesaikan tanpa terhambat kendala waktu. “Kami berupaya menjadikan ATR/BPN Bogor 1 sebagai role model pelayanan yang solutif,” tegasnya.
Selain ekspansi waktu operasional, ATR/BPN Bogor 1 juga tengah melakukan akselerasi digitalisasi dan penguatan transparansi birokrasi. Upaya ini dilakukan untuk mengeliminasi sekat komunikasi antara pemohon dan petugas, sekaligus menciptakan ekosistem pelayanan yang akuntabel.
Beberapa pilar utama yang menjadi fokus penguatan meliputi:
– *Aksesibilitas Personal*: Menyediakan ruang konsultasi tatap muka yang komprehensif bagi warga untuk mendapatkan penjelasan teknis secara mendalam.
– *Integritas Berkelanjutan*: Menanamkan etos kerja yang jujur, santun, dan profesional sebagai standar baku dalam setiap tahapan sertifikasi.
– *Akselerasi Birokrasi*: Memangkas rantai prosedur yang redundan demi efisiensi waktu dan tercapainya target program strategis nasional secara presisi.
Inovasi ini menuai apresiasi positif dari masyarakat. Atmosfer pelayanan yang hangat dan responsif menjadi nilai tambah yang membedakan ATR/BPN Bogor 1 dalam memberikan pengalaman administratif yang nyaman bagi warga.
Menutup pernyataannya, Sontang menegaskan bahwa kepuasan publik adalah parameter tunggal keberhasilan kinerja mereka. “Kami memilih untuk membiarkan hasil kerja yang berbicara. Harapan masyarakat akan layanan pertanahan yang cepat, transparan, dan berintegritas adalah amanah konstitusi yang akan terus kami jaga dan tunaikan,” pungkasnya..( Red )







